Apa itu Inflamasi?
Inflamasi atau peradangan adalah respon alami dari sistem kekebalan tubuh saat sedang melawan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus/bakteri, cedera, atau racun tertentu. Ketika tubuh mengalami cedera atau terinfeksi, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan sel inflamasi dan sitokin (zat yang merangsang produksi sel inflamasi).
Kemudian, sel-sel tersebut akan memulai respon inflamasi untuk menangkap bakteri atau patogen penyebab penyakit lainnya dan menyembuhkan jaringan yang terluka. Proses ini dapat menyebabkan rasa sakit, bengkak, memar, dan kemerahan.
Namun pada orang dengan penyakit imun seperti arthritis, sistem kekebalan tubuh justru dapat memicu peradangan ketika tidak ada patogen penyebab penyakit yang harus dilawan. Penyakit imun ini membuat sistem kekebalan tubuh bertindak seolah-olah jaringan sehat telah terinfeksi sehingga secara keliru menyerang sel sehat tersebut.
Jenis-Jenis Inflamasi
Terdapat dua jenis inflamasi, yaitu akut dan kronis. Inflamasi akut adalah inflamasi jangka pendek yang biasanya berlangsung selama beberapa jam atau hari. Sementara inflamasi kronis adalah inflamasi jangka panjang yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, namun penyebab utamanya sudah hilang.
Peradangan akut merupakan respon terhadap kerusakan tubuh yang terjadi secara tiba-tiba, misalnya saat seseorang terluka karena terjatuh. Untuk memulai proses penyembuhan luka tersebut, tubuh akan mengalami proses inflamasi. Sementara itu, beberapa kondisi medis lainnya yang berkaitan dengan peradangan kronis adalah:
Penyakit hati.
Kanker.
Diabetes.
Asma.
Penyakit Alzheimer.
Penyebab Peradangan
Secara umum, inflamasi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika ada faktor fisik yang memicu reaksi kekebalan tubuh, misalnya cedera. Selain itu, terdapat perbedaan penyebab antara inflamasi akut dan kronis, berikut penjelasannya masing-masing.
- Penyebab Inflamasi Akut
Peradangan akut dapat disebabkan oleh paparan terhadap suatu zat, sengatan serangga, cedera, atau infeksi. Ketika tubuh mendeteksi adanya kerusakan, maka sistem kekebalan tubuh akan memicu sejumlah reaksi, yaitu:
Mengumpulkan protein plasma yang dapat memicu pembekuan cairan sehingga mengakibatkan pembengkakan.
Tubuh melepaskan neutrofil (sejenis leukosit) yang dapat menyebar ke area yang terkena luka atau infeksi. Leukosit mengandung molekul yang dapat melawan patogen penyebab penyakit sehingga dapat menyembuhkan kerusakan.
Kemudian, pembuluh darah kecil akan membesar agar leukosit dan protein plasma lebih mudah mencapai lokasi tempat terjadinya kerusakan.
Peradangan akut juga dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi atau penyakit, seperti bronkitis, radang usus buntu (apendisitis), dan berbagai penyakit peradangan lainnya (biasanya penamaan penyakit berakhir dengan -itis). Kondisi lain yang dapat memicu peradangan akut adalah luka fisik, kuku kaki tumbuh ke dalam, atau sakit tenggorokan, misalnya karena flu.
- Penyebab Inflamasi Kronis
Inflamasi adalah suatu kondisi yang berperan penting dalam proses penyembuhan. Namun jika terjadi secara berlebihan, justru peradangan dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, seperti kanker, rheumatoid arthritis, periodontitis, dan aterosklerosis. Inflamasi kronis dapat berkembang ketika seseorang:
Hipersensitivitas terhadap suatu agen yang dapat menyebabkan alergi.
Menderita penyakit autoinflamasi.
Menderita gangguan autoimun.
Mengalami peradangan akut terus-menerus.
Terkena paparan bahan-bahan iritan dalam jangka panjang, misalnya bahan kimia industri.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan kronis adalah sebagai berikut:
Berusia lanjut.
Memiliki kebiasaan merokok.
Memiliki berat badan berlebih (obesitas).
Menerapkan pola makan tidak sehat.
Mengalami gangguan tidur.
Memiliki hormon seksual yang rendah.
Gejala Peradangan
Gejala inflamasi bisa berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahannya. Gejala inflamasi akut lebih ringan jika dibandingkan inflamasi kronis. Adapun beberapa gejala umum yang timbul akibat inflamasi akut adalah:
Kemerahan pada kulit di sekitar lokasi cedera.
Pembekkakan.
Rasa nyeri dan panas.
Gejala inflamasi kronis lebih berat daripada inflamasi akut. Namun, gejalanya pun bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa gejala inflamasi kronis:
Sakit perut.
Nyeri dada.
Demam, misalnya pada tuberkulosis.
Kelelahan, misalnya pada lupus.
Nyeri dan kaku sendiri, misalnya pada rheumatoid arthritis.
Luka di mulut, misalnya pada HIV.
Ruam kulit, misalnya pada psoriasis.
PENYEMBUHAN
Healing berasal dari bahasa Inggris yang jika diartikan menurut kamus besar bahasa Inggris terjemahan Indonesia mengacu pada arti penyembuhan. Lingkup penyembuhan dari kata healing sendiri sebenarnya cukup besar. Arti penyembuhan juga dapat dikaitkan dengan penyembuhan jiwa, perasaan, batin, maupun pikiran.
Healing adalah proses penyembuhan penyakit
penyembuhan adalah proses menjadi sehat kembali, terutama setelah terluka atau cedera lainnya, atau membuat seseorang sehat kembali.
REGENERASI
Regenerasi adalah kemampuan jaringan atau sel untuk memperbaru setelah terjadi kerusakan, baik akibat cedera/trauma, infeksi, inflamasi non infeksi, serta proses degeneratif penuaan.2
Apa yang dimaksud dengan regenerasi sel?
Regenerasi merupakan proses pembentukan kembali jaringan dan organ yang hilang setelah proses perkembangan tubuh dan diferensiasi sel telah selesai.
Sumber makanan apa saja yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak?
Berikut ini beberapa pilihan makanan yang harus kamu pertimbangkan untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak dan membantu pemulihan dari cedera lebih cepat.
- Makanan tinggi protein. …
- Makanan tinggi serat. …
- Buah dan sayur tinggi vitamin C. …
- Makanan kaya Omega-3. …
- Makanan tinggi zinc. …
- Makanan tinggi vitamin D dan kalsium.
Berapa lama regenerasi sel pada tubuh manusia?
Pada remaja, regenerasi kulit terjadi setiap 28 hari. Sementara pada orang dewasa, siklus berjalan sekitar 28 hingga 42 hari. Pada usia 50 tahun ke atas, proses berlangsung lebih lama lagi yakni 84 hari. Karena faktor usia inilah perbaikan sel-sel kulit dan pergantian sel yang rusak memerlukan waktu lebih lama.
Makanan apa saja yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak?
Protein diperlukan untuk pembentukan sel-sel tubuh serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Protein banyak terkandung dalam produk-produk hewani seperti daging merah, daging ayam, dan ikan. Selain dari hewani, protein juga terdapat di beberapa produk nabati seperti tahu, tempe, kedelai, dan kacang polong.1
Apa yang berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak?
Protein diperlukan untuk pembentukan sel-sel tubuh serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Protein banyak terkandung dalam produk-produk hewani seperti daging merah, daging ayam, dan ikan.
Apakah karbohidrat pengganti sel yang rusak?
Di dalam tubuh kita ada sel dan jaringan. Setiap hari, ada sel dan jaringan yang rusak dan harus diganti. Zat yang bertugas mengganti sel dan jaringan yang rusak adalah protein. Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh kita.
- Pratiwi Rapih Astuti Natsir (web Aldodokter)
Regerasi sel pun sangat bergantung dari jenis sel itu sendiri dan bahkan beberapa sel tubuh tidak mengalami regenerasi lagi. Misalnya sel kulit yang beregenerasi setipa 28-30 hari atau sekitar 1 bulan, sel darah merah beregenerasi sekitar 120 hari, sel saraf atau otak tidak mengaami regenerasi lagi sehingga jika terjadi kerusakan pada sel saraf maka tidak akan tergantikan oleh sel baru.

